Terima kasih Ibu..
Tangan halusmu begitu sabar menyuapiku..
Begitu lembut memijatku..
Begitu sigap menyiapkan segala kebutuhanku..
Ibu..
Saat aku sakit, engkau yang paling memendam sedih..
Aku melihat engkau menangis tengah di tengah malam..
Memohon segera untuk kesembuhanku..
Tiap malam tak pernah bosan memegang keningku..
Apakah panasnya sudah turun ?
Membetulkan selimutku yang tersingkap berantakan..
Setiap hari menyiapkan makanan yang kiranya bisa aku telan..
Karna kau tau, aku tidak makan apa-apa selama 4 hari..
Hanya air putih yang mampu mengisi perutku..
Ibu, kau bawel menyuruhku minum obat Bu..
Padahal kau tau jelas-jelas aku tak pernah menyukainya sejak kecil..
Ibu, engkau rewel soal makananku..
Memaksaku untuk makan sayur dan minum susu..
Padahal jelas-jelas kau pun tau aku juga tak menyukai keduanya sejak kecil..
Ibu engkau memaksaku untuk ke dokter..
Hingga di ujung kepayahanku, aku menyerah dengan segala egoku..
Engkau sendiri yang mengantarku ke dokter..
Menungguiku dan setia menemani ku..
Betapa kagetnya engkau mendengar diagnosa dokter tentangku..
Ya Allah, lindungi ayah ibuku, selamatkan ayah ibuku, cintai ayah ibuku, sayangi ayah ibuku..
Gantilah seluruh kebaikannya dengan keindahan surga-Mu kelak..
Aamiin yaa rabbal'alamiiin...
Tangan halusmu begitu sabar menyuapiku..
Begitu lembut memijatku..
Begitu sigap menyiapkan segala kebutuhanku..
Ibu..
Saat aku sakit, engkau yang paling memendam sedih..
Aku melihat engkau menangis tengah di tengah malam..
Memohon segera untuk kesembuhanku..
Tiap malam tak pernah bosan memegang keningku..
Apakah panasnya sudah turun ?
Membetulkan selimutku yang tersingkap berantakan..
Setiap hari menyiapkan makanan yang kiranya bisa aku telan..
Karna kau tau, aku tidak makan apa-apa selama 4 hari..
Hanya air putih yang mampu mengisi perutku..
Ibu, kau bawel menyuruhku minum obat Bu..
Padahal kau tau jelas-jelas aku tak pernah menyukainya sejak kecil..
Ibu, engkau rewel soal makananku..
Memaksaku untuk makan sayur dan minum susu..
Padahal jelas-jelas kau pun tau aku juga tak menyukai keduanya sejak kecil..
Ibu engkau memaksaku untuk ke dokter..
Hingga di ujung kepayahanku, aku menyerah dengan segala egoku..
Engkau sendiri yang mengantarku ke dokter..
Menungguiku dan setia menemani ku..
Betapa kagetnya engkau mendengar diagnosa dokter tentangku..
Ya Allah, lindungi ayah ibuku, selamatkan ayah ibuku, cintai ayah ibuku, sayangi ayah ibuku..
Gantilah seluruh kebaikannya dengan keindahan surga-Mu kelak..
Aamiin yaa rabbal'alamiiin...

0 comments:
Post a Comment